Thursday, September 14, 2023
Aku tidak tahu
Monday, October 28, 2019
Si Ghafuraa nama negeri anak watan
Thursday, March 7, 2019
Wahai Puteri yang aku kasihi
Wahai Puteri yang aku kasihi
Selama ini aku sangat mencintai
Rupanya dikau kadar papan ditandai
Mengarahkan jalan di situ ke illahi
Segala tulisan maha patih
Segala dansa rumi berkasih
Segala bidadari wajah putih
Akan lebur sehingga bersih
Kini aku mampu garap kata
Syaithan berhenti buat seketika
Mahunya aku renung buat selamanya
Hingga aku tidak bergerak pergi ke sana
Tuesday, January 15, 2019
Aku diperintah oleh sang Puteri
Aku diperintah oleh sang Puteri
Pergilah engkau ke lembah sepi
Di situ ada seorang bidadari
Bawaklah dia datang kemari
Aku pun tiba ke lembah sepi
Jumpa lah aku si bidadari
Lalu aku membawa ia pergi
untuk bertemu si Sang Puteri
Dalam perjalanan aku ingin ketahui
Sejarah pengalaman sang Bidadari
Aku mula tanya si empunya diri
"Boleh kah hamba tahu pengalaman ini?"
Lalu aku dimarahi oleh Bidadari
"Jangan engkau sibuk mengetahui"
"Rahsia ini dikunci dalam peti"
"Engkau bukan Tuan untuk miliki"
"Wahai Muqaddam Sang Puteri"
"Engkau hanya wadah ke destinasi"
"Bukanlah yang bertahta di dalam isi hati"
"Maka jangan persoalkan lagi perkara ini"
Sunday, April 1, 2018
aku tiba di kaki gunung ini
di atas menetap seorang puteri
puteri gunung ledang yang tinggi
tiba tiba seorang nenek meneguri
Wahai anak,
adakah anak ingin mendaki
nenek pun juga ingin menaiki
marilah kita mendaki gunung ini
jangan kita mendaki seorang diri
aku pun mendaki bersama nenek ini
setibanya masuk waktu solat zohori
aku bentang sejadah menghadap illahi
tapi nenek menegur bahkan dia memarahi
Wahai anak,
kenapa kau terburu-buru
solat nanti di lain waktu
masih lagi di awal waktu
kau sembah amal atau tuhanmu?
lalu aku berhenti dan terus mendaki
setelah penat aku naik dan mendaki
aku rehat seketika hilang penat ini
tapi nenek menegur bahkan marahi
Wahai anak,
cepat tunaikan solat zohori
penat kau boleh tunggu nanti
adakah masih anak kecil lagi
kau sembah khusyuk atau illahi?
lalu aku bangun dan berdiri
menunaikan solat zohor ini
sangat pedas kata nenek tadi
menusuk ke dalam hati qalbu ini
Tuesday, December 26, 2017
Tuan Puteri nyeru menghadapi
Khabar 'tuk sampai hajat di hati
Tibalah aku di dewan yang berseri
"Menjunjung perintah Tuan Puteri"
Wahai anak muridku,
"Usia dikau sudah pun lewati"
"Tiba masa kau bergelar suami"
"Di lorong pasar ada pelacur diri"
"Nikahilah atas nama tuan Puteri"
Dengan qalbi yang berat aku pergi
Apakah hikmah disebalik perintah ini
Aku bergegas ke lorong pasar nan sepi
Apabila terlihat perlacur itu aku nyapai
Wahai Puan,
"Hadirku bukan untuk nikmati"
"Atau pula memohon simpati"
"Pada Tuan Puteri aku menyayangi"
"Titah nikahi kau walau aku benci"
Air mata pelacur itu mula tangisi
Kelihatan cahaya di paras wajah sepi
Tiba tiba kelihatan sepeerti bidadari
Lalu dia membalas kata kata ku tadi
Wahai Tuan,
"Dulu aku diperintah Tuan Puteri"
"Untuk pergi ke lorong pasar ini"
"Disuruh aku pergi menjual diri"
"Untuk beri khidmat setiap lelaki"
"Kalau betul kau menyayangi Putri"
"Kenapa engkau harus merasa disakiti"
"Bukan kah ia itu suratan Tuan Puteri"
"Setelah kesusahan kesenangan susuri"
Friday, March 31, 2017
Telunjuk Puteri
Friday, March 24, 2017
Dewan dewa ian dewi
ke dalam dewan dewa ian dewi
wajah wajah mereka bersih suci
bahasa mereka bahasa surgawi
setiap apa yang berlaku di bumi
sebelum itu sudah mereka netapi
siapa hidup siapa pula akan mati
sepeertikan kisah dongeng yunani
turut hadir adalah roh yang pergi
tanpa badan tiadalah bayang gini
urusan bumi tiadalah roh campuri
urusan bumi untuk mereka badani
izinkan aku berhenti di sini
yang lain tidak aku ketahui
urusan ini bukan urasan kami
urusan kami hanya betulkan diri
Tuesday, January 10, 2017
Puteri dan Pandir
Friday, December 30, 2016
Kampung hamba bernama husaini
Kampung hamba bernama husaini
Penghulu hamba bernama hasani
Bolehkah Sang Puteri bantu tunjuki
Pilihan mana yang paling menepati
Negeri Johor disebelah utara
Negeri kamu disebelah bawa
Yang dipilih tak pernah kamu jumpa
Mampukah kamu jalan bersamanya?
Ibu Ayah tak pernah menemui
Ruh ditiup anak pula menyusuri
Kalau begitu sila puan menasehati
Agar hati ini bisa pula memahami
Bonda wajib engkau cintai
Terlapak kaki terletak surgawi
Cintai lah dgn sepenuh hati
Titah suratan kasihnya illahi
Friday, October 21, 2016
Mansur Shah termenung lama
Ingin dibunuh tengku mahkota
Tapi berat hati jatuh air mata
Anak sultan seri dewan istana
Diserunye penasehat istana
Semoga diri tidak lagi keliru
Oleh kemelut sebuah Cinta
"Patutkah dibunuh beta"
"Itu tengku mahkota melaka"
"Hanya kerana sebuah cinta"
"Musibah apa ditimpa beta?"
"Cinta itu adalah pengorbanan"
"Sepeerti Ibrahim bila tertekan"
"Saat datang mimpi dari tuhan"
"Ismail diganti pula dengan haiwan"
"Kisah Ibrahim itu pengorbanan"
"Itu datang daripada kisah Al Quran"
"Tapi Putri datang dari sebuah bisikan"
"Mungkin sahaja ia bisikan syaitan"
Sunday, August 28, 2016
aku mencari sang putri dicari
kata orang duduk di araysh tinggi
maka aku pun mula terbang mendaki
tetapi akhirnya aku pula penat sendiri
aku mencari sang putri dicari
kata orang tiada dirinya bertempati
inilah kata kata orang bijak menteliti
agar orang berakal mudah memahami
aku mencari sang putri dicari
kata melayu putri berada disini
dimana sahaja akan engkau jumpai
maka hiduplah aku sebagai penyaksi
Maka nikmat Putri mana yang engkau dustai?
Monday, May 16, 2016
singapura dilanggar todak
semua saling tolak menolak
adakah rakyat ditimpa balak?
atas fitnah diraja atas ulamak?
semua orang ditimpa rasa takut
takut todak datang menikam maut
lalu terlihat ada nenek tua di satu sudut
sibuknya membantu manusia tanpa kabut
"wahai nenek tua" aku bersapa
"kenapa tidak lari bersama mereka?"
"tidak kah nenek takut akan bahaya?"
"marilah bersama lari dari malapetaka"
wahai anak muda
"dalam diri nenek ada cinta"
"tak harus takut sepeerti kuda"
"atau pengecut sepeerti singga"
"atau jadi melayu sepeerti bunga"
"dengan cinta kita berserah berani"
"lahirlah akhlak mulia yang tinggi"
"cinta adalah bonda kepada sifat ini"
"sudah kah engkau dapat mengerti?"
wahai nenek tua
"adakah yang dimaksudkan sepeerti rumi?"
"agama yang disebut adalah agama cinta ini"
"cintalah saudara kamu sepeerti dirimu sendiri"
"cintailah diriku lebih daripada dirimu sendiri"
Wahai anak muda,
"apabila telur itik di singgora,
"pada pandan terletak dilangkahi"
walaupun darah titik di Singapura"
"namun hati terlantar di syurgawi."
Monday, May 18, 2015
Puteri Gunung Ledang 7
ketukannya itu bukanlah sekali
"adakah kamu akan buka pintu ini"
"atau biarkan aku menunggu di sini"
aku biarkan ketukan itu berkali-kali
namun ketukan tidak berhenti-henti
dalam keadaan aku ingin tapi menafi
lalu sang putri di luar bersuara lagi
"andai kau sekadar bergerak mencariku"
"aku akan pintas laju mengejarkan dirimu"
"andai kau menuju sejauh jari kepadaku"
"aku melangkah sejauh tapak kepadamu"
"kembalilah engkau kepadaku"
"sepeerti anak kehilangan ibu"
"kembalikanlah aku kepadamu"
"sepeerti ibu kehilangan anak itu"
fikiran aku teringat akan kisah lalu
ketika aku bodoh jahil dan tak tahu
lalu diberikan kepadaku sedikit ilmu
untuk aku manfaatkan ia selalu
adakah aku tidak mengenang budi
atau aku telah pun jauh lupakan diri
sekeliling dunia pun aku menjelajahi
berakhir aku tetap kepada sang putri
sayang sang putri seluas semesta
tidak akan mampu aku membalasnya
cinta sang putri sejauh alam maya
sampai kemana tidak ada penghujungnya
Sunday, February 22, 2015
Puteri Gunug Ledang 6
kerna diseru menghadap sultan
diberi dahulu sembah kehormatan
"ampun tuanku, beta hadir nyahut seruan"
sultan melaka memberikan renungan
lalu membuka mulut bertanyakan soalan
soalannya penuh dengan puisi dan kiasan
mencari yang tersirat daripada setiap suratan
sultan bertanya
"dari kota melaka ke gunung ledang tinggi"
"setiap bulan pasti engkau pergi mendaki"
"dari pergerakan diri ke niat di dalam hati"
"sudah tentu ada perkara yang engkau cari"
aku menjawab
"dari negara jepun ke eropah perjalanan"
"kononnya untuk meluaskan pandangan"
"tapi di hati hanya diri yang sembunyikan"
"dari nafsu ke nafsu itu langkah dan tujuan"
sultan menjawab
"beta kurang faham dan mengerti"
"mudahkan lah untuk beta fahami"
"sama-sama kita boleh mempelajari"
"selok belok rahsia gerakan si hati"
aku membalas
"dari gerak rukuk lalu sujud ke bumi"
"dari tuhan lalu kepada tuhan dituruti"
"dari ciuman lalu zina pula dijalani"
"dari nafsu lalu kepada nafsu dikuti"
"dari kota melaka ke ledang yang tinggi"
"setiap kali hamba pergi untuk mendaki"
"dari sang puteri lalu kepada sang puteri"
"itulah gerakan jasad ini tafsirnya di hati"
Monday, January 26, 2015
Puteri Gunung Ledang 5
dihadirkan dirinya disebalik tirai
yang di lihat itu adalah tirainya
tapi yang hadir itu adalah putrinya
mereka tidak dapat melihat
tapi bagi mereka yang celik pula
penglihatan ini bukanlah berat
"di manakah putri yang kau sebutkan?"
"kalau betul putri wujud, hadirkan!"
"aku hanya beriman pada yang kelihatan!"
disangka pula tirai adalah putri itu
lalu mereka terus lari ingin berseru
tapi yang mereka cium hanyalah tirai itu
"inilah dia sang putri beta"
"sekarang jelas dan nyata"
"marilah kita sembah bersama"
"apa yang zahir pada pandangan mata"
sang putri itu zahirnya tersembunyi
dan sang putri itu batinnya kelihatan
bukan hanya sekadar tersembunyi
tapi bukan langsung terus kelihatan
si buta tidak melihat yang ternyata
si keliru tidak melihat yang tersembunyi
si celik melihat yang zahir dan batin
Wednesday, August 21, 2013
Puteri Gunung Ledang 4
aku melangkah ke dewan istana
untuk bertemu pada yang bertahta
disembah hormat sebelum bertanya
"apa hajat putri ledang kepada hamba?"
wahai anak muda
telah sampai sebuah berita
bahwa kau ingin ke singgahsana
tapi apakah persiapan yang dibawa
untuk menjadi bekal menaiki tangga
wahai yang bertahta
telahku siapkan ilmu sebagai senjata
untuk aku menepis musuh yang hina
dan dijadikan ilmu juga sebagai peta
agar aku tidak sesat entah ke mana
wahai anak muda
apakah itu saja kau bawa bersama
untuk perjalanan menuju singgahsana
ada lagi perkara yang tertinggal juga
sedangkan ilmu hanya sebahagian saja
wahai yang bertahta
ilmu itu sangatlah berguna
agar benar palsu dapat dibeza
tapi apa perkara yang aku terlupa
yang harus aku membawa bersama
wahai anak muda
manakah kau boleh ke istana
tanpa penuh cinta di dalam dada
dengannya engkau menaiki tangga
hinggalah tiba engkau di singgahsana
wahai anak muda
jebat dibunuh atas dasar cinta
walaupun dirinya it dicintai juga
dengan cinta kau tahan duri dibunga
sedangkan luka di jari bagaikan tiada
Monday, July 1, 2013
Sang Nila Utama
sang utama buang segala benda
tetapi ribut tak mahu diam juga
dalam keadaan ia berputus asa
akhirnya seorang lelaki bersuara
"wahai yang berketurunan raja"
"bukan di sini tuk menunjuk kuasa"
"apa gunanya mahkota di kepala"
"kerna ribut bukan sepeerti berhala"
setelah dengar apa yang dikata
ke ombak laut dibuang mahkota
tapi keadaan tetap masih sama
ribut dan taufan tak mahu reda
kerna mahkota tanda kuasa raja
kini kelihatan sepeerti orang biasa
dengan penuh kemarahan di dada
pada lelaki tadi sang utama bertanya
"siapakah diri engkau wahai celaka"
"katamu tak menyelamatkan nyawa"
"mahkota sudah pun buang ke sana"
"tapi ribut berhenti kelihatan tiada"
walau lelaki itu orang biasa
tetapi ilmunya penuh di dada
dia menghampiri sang utama
lalu dia balas dengan berkata
"apa guna beralih mahkota di kepala"
"kalau diri masih mahu digelar raja"
"walau timur barat engkau berkuasa"
"tapi langit dan bumi Dia yamg punya"
Tuesday, June 18, 2013
Puteri Gunung Ledang 3
aku melangkah kaki ke dalam taman
ternampak ramai bidadari nan jelitawan
salah seorang memberikan senyuman
tapi aku membalas dengan pertanyaan
wahai gadis jelitawan,
kedatangan saya tanpa berteman
di dalam dada banyak pertanyaan
harap anda dapat huraikan simpulan
tapi siapakah namamu wahai kawan
wahai jejaka nan tampan,
namaku tidak payah diusahakan
takut nanti berlabur pula kecintaan
tapi apakah yang menjadi pertanyaan
agar aku boleh memberikan jawapan?
wahai gadis jelitawan,
takut pada cinta engkau jangan
kerna cinta itu hidupnya tumbuhan
tapi kata-katamu harum kebenaran
takut cinta terjadi senjata panah syaitan
wahai gadis jelitawan,
bolehkah kau tunjukkan aku akan jalan
siapakah Putri Ledang nan jadi sebutan
darinya aku datang dengan jemputan
katanya untuk menerima pembelajaran
wahai jejaka nan tampan,
adakah engkau berketurunan sultan
atau datang dari kalangan bangsawan
hingga tiada lagi terbinanya sempadan
antara engkau dengan Putri jujungan
wahai jejaka nan tampan,
walaupun kau datang atas jemputan
tapi tetap ada pantang dan larangan
dengan itu mahukah engkau teruskan
perjalanan yang bukan sembarangan?
Thursday, June 13, 2013
Puteri Gunung Ledang 2
ke gunung Ledang aku menuju
di kaki gunung aku menunggu
katanya aku ini adalah tetamu
tapi tiada siapa yang aku ketemu
melainkan seorang nenek tua berlalu
adakah ini putri yang di kisah dahulu
kepada diriku nenek tua ini menuju
"apakah hajatmu wahai anak cucu?"
aku terdiam dan terkaku
untuk jawab aku tak mampu
suaranya itu sangatlah syahdu
bagaikan terbunyi seruling pilu
kemudian dia menarik tanganku
katanya ingin membawaku ke pintu
sambil berjalan nenek tua berlagu
tak aku sangka dia bersuara merdu
apabila kami tiba di muka pintu
nenek tua berubah menjadi sifu
ingin berkata tapi lidah membisu
lalu dia membisik ke telingaku
"ada ramai bidadari jelita di situ"
"tapi jangan kau mudah tertipu"
"atas kehendak babi hawa nafsu"
"hingga niat asal sudah tak mahu"
kemudian dia hilang menjadi debu
terbang ia tinggi ke langit yang biru
hingga kita bertemu di lain waktu
terima kasih atas pesanan mu