Friday, October 21, 2016

Mansur Shah termenung lama

Mansur Shah termenung lama
Ingin dibunuh tengku mahkota
Tapi berat hati jatuh air mata
Anak sultan seri dewan istana
Lalu Mansur Shah menyeru
Diserunye penasehat istana
Semoga diri tidak lagi keliru
Oleh kemelut sebuah Cinta
Mansur tanya pada Tuah,
"Patutkah dibunuh beta"
"Itu tengku mahkota melaka"
"Hanya kerana sebuah cinta"
"Musibah apa ditimpa beta?"
Tuah menjawab soalan Sultan,
"Cinta itu adalah pengorbanan"
"Sepeerti Ibrahim bila tertekan"
"Saat datang mimpi dari tuhan"
"Ismail diganti pula dengan haiwan"
Lalu Tun Mamat menyampuk,
"Kisah Ibrahim itu pengorbanan"
"Itu datang daripada kisah Al Quran"
"Tapi Putri datang dari sebuah bisikan"
"Mungkin sahaja ia bisikan syaitan"

Sunday, August 28, 2016

aku mencari sang putri dicari

aku mencari sang putri dicari
kata orang duduk di araysh tinggi
maka aku pun mula terbang mendaki
tetapi akhirnya aku pula penat sendiri

aku mencari sang putri dicari
kata orang tiada dirinya bertempati
inilah kata kata orang bijak menteliti
agar orang berakal mudah memahami

aku mencari sang putri dicari
kata melayu putri berada disini
dimana sahaja akan engkau jumpai
maka hiduplah aku sebagai penyaksi

Maka nikmat Putri mana yang engkau dustai?

Monday, May 16, 2016

singapura dilanggar todak

singapura dilanggar todak
semua saling tolak menolak
adakah rakyat ditimpa balak?
atas fitnah diraja atas ulamak?

semua orang ditimpa rasa takut
takut todak datang menikam maut
lalu terlihat ada nenek tua di satu sudut
sibuknya membantu manusia tanpa kabut

"wahai nenek tua" aku bersapa
"kenapa tidak lari bersama mereka?"
"tidak kah nenek takut akan bahaya?"
"marilah bersama lari dari malapetaka"

wahai anak muda
"dalam diri nenek ada cinta"
"tak harus takut sepeerti kuda"
"atau pengecut sepeerti singga"
"atau jadi melayu sepeerti bunga"

"dengan cinta kita berserah berani"
"lahirlah akhlak mulia yang tinggi"
"cinta adalah bonda kepada sifat ini"
"sudah kah engkau dapat mengerti?"

wahai nenek tua
"adakah yang dimaksudkan sepeerti rumi?"
"agama yang disebut adalah agama cinta ini"
"cintalah saudara kamu sepeerti dirimu sendiri"
"cintailah diriku lebih daripada dirimu sendiri"

Wahai anak muda, 
"apabila telur itik di singgora,
"pada pandan terletak dilangkahi"
walaupun darah titik di Singapura"
"namun hati  terlantar di syurgawi."

Monday, May 18, 2015

Puteri Gunung Ledang 7

sang putri mengetuk pintu hati
ketukannya itu bukanlah sekali
"adakah kamu akan buka pintu ini"
"atau biarkan aku menunggu di sini"

aku biarkan ketukan itu berkali-kali
namun ketukan tidak berhenti-henti
dalam keadaan aku ingin tapi menafi
lalu sang putri di luar bersuara lagi

"andai kau sekadar bergerak mencariku"
"aku akan pintas laju mengejarkan dirimu"
"andai kau menuju sejauh jari kepadaku"
"aku melangkah sejauh tapak kepadamu"

"kembalilah engkau kepadaku"
"sepeerti anak kehilangan ibu"
"kembalikanlah aku kepadamu"
"sepeerti ibu kehilangan anak itu"

fikiran aku teringat akan kisah lalu
ketika aku bodoh jahil dan tak tahu
lalu diberikan kepadaku sedikit ilmu
untuk aku manfaatkan ia selalu

adakah aku tidak mengenang budi
atau aku telah pun jauh lupakan diri
sekeliling dunia pun aku menjelajahi
berakhir aku tetap kepada sang putri

sayang sang putri seluas semesta
tidak akan mampu aku membalasnya
cinta sang putri sejauh alam maya
sampai kemana tidak ada penghujungnya

Sunday, February 22, 2015

Puteri Gunug Ledang 6

aku masuk ke istana dewan
kerna diseru menghadap sultan
diberi dahulu sembah kehormatan
"ampun tuanku, beta hadir nyahut seruan"

sultan melaka memberikan renungan
lalu membuka mulut bertanyakan soalan
soalannya penuh dengan puisi dan kiasan
mencari yang tersirat daripada setiap suratan

sultan bertanya
"dari kota melaka ke gunung ledang tinggi"
"setiap bulan pasti engkau pergi mendaki"
"dari pergerakan diri ke niat di dalam hati"
"sudah tentu ada perkara yang engkau cari"

aku menjawab
"dari negara jepun ke eropah perjalanan"
"kononnya untuk meluaskan pandangan"
"tapi di hati hanya diri yang sembunyikan"
"dari nafsu ke nafsu itu langkah dan tujuan"

sultan menjawab
"beta kurang faham dan mengerti"
"mudahkan lah untuk beta fahami"
"sama-sama kita boleh mempelajari"
"selok belok rahsia gerakan si hati"

aku membalas
"dari gerak rukuk lalu sujud ke bumi"
"dari tuhan lalu kepada tuhan dituruti"
"dari ciuman lalu zina pula dijalani"
"dari nafsu lalu kepada nafsu dikuti"

"dari kota melaka ke ledang yang tinggi"
"setiap kali hamba pergi untuk mendaki"
"dari sang puteri lalu kepada sang puteri"
"itulah gerakan jasad ini tafsirnya di hati"

Monday, January 26, 2015

Puteri Gunung Ledang 5

sang puteri ledang hadirkan diri
dihadirkan dirinya disebalik tirai
yang di lihat itu adalah tirainya
tapi yang hadir itu adalah putrinya
bagi mereka yang buta
mereka tidak dapat melihat
tapi bagi mereka yang celik pula
penglihatan ini bukanlah berat
si buta itu langsung menafikan
"di manakah putri yang kau sebutkan?"
"kalau betul putri wujud, hadirkan!"
"aku hanya beriman pada yang kelihatan!"
ada pula golongan yang keliru
disangka pula tirai adalah putri itu
lalu mereka terus lari ingin berseru
tapi yang mereka cium hanyalah tirai itu
si keliru itu berteriak
"inilah dia sang putri beta"
"sekarang jelas dan nyata"
"marilah kita sembah bersama"
"apa yang zahir pada pandangan mata"
namun,
sang putri itu zahirnya tersembunyi
dan sang putri itu batinnya kelihatan
bukan hanya sekadar tersembunyi
tapi bukan langsung terus kelihatan
si celik, si buta dan si keliru
si buta tidak melihat yang ternyata
si keliru tidak melihat yang tersembunyi
si celik melihat yang zahir dan batin

Wednesday, August 21, 2013

Puteri Gunung Ledang 4


aku melangkah ke dewan istana
untuk bertemu pada yang bertahta
disembah hormat sebelum bertanya
"apa hajat putri ledang kepada hamba?"

wahai anak muda
telah sampai sebuah berita
bahwa kau ingin ke singgahsana
tapi apakah persiapan yang dibawa
untuk menjadi bekal menaiki tangga

wahai yang bertahta
telahku siapkan ilmu sebagai senjata
untuk aku menepis musuh yang hina
dan dijadikan ilmu juga sebagai peta
agar aku tidak sesat entah ke mana

wahai anak muda
apakah itu saja kau bawa bersama
untuk perjalanan menuju singgahsana
ada lagi perkara yang tertinggal juga
sedangkan ilmu hanya sebahagian saja

wahai yang bertahta
ilmu itu sangatlah berguna
agar benar palsu dapat dibeza
tapi apa perkara yang aku terlupa
yang harus aku membawa bersama

wahai anak muda
manakah kau boleh ke istana
tanpa penuh cinta di dalam dada
dengannya engkau menaiki tangga
hinggalah tiba engkau di singgahsana

wahai anak muda
jebat dibunuh atas dasar cinta
walaupun dirinya it dicintai juga
dengan cinta kau tahan duri dibunga
sedangkan luka di jari bagaikan tiada