sang putri mengetuk pintu hati
ketukannya itu bukanlah sekali
"adakah kamu akan buka pintu ini"
"atau biarkan aku menunggu di sini"
aku biarkan ketukan itu berkali-kali
namun ketukan tidak berhenti-henti
dalam keadaan aku ingin tapi menafi
lalu sang putri di luar bersuara lagi
"andai kau sekadar bergerak mencariku"
"aku akan pintas laju mengejarkan dirimu"
"andai kau menuju sejauh jari kepadaku"
"aku melangkah sejauh tapak kepadamu"
"kembalilah engkau kepadaku"
"sepeerti anak kehilangan ibu"
"kembalikanlah aku kepadamu"
"sepeerti ibu kehilangan anak itu"
fikiran aku teringat akan kisah lalu
ketika aku bodoh jahil dan tak tahu
lalu diberikan kepadaku sedikit ilmu
untuk aku manfaatkan ia selalu
adakah aku tidak mengenang budi
atau aku telah pun jauh lupakan diri
sekeliling dunia pun aku menjelajahi
berakhir aku tetap kepada sang putri
sayang sang putri seluas semesta
tidak akan mampu aku membalasnya
cinta sang putri sejauh alam maya
sampai kemana tidak ada penghujungnya
Monday, May 18, 2015
Sunday, February 22, 2015
Puteri Gunug Ledang 6
aku masuk ke istana dewan
kerna diseru menghadap sultan
diberi dahulu sembah kehormatan
"ampun tuanku, beta hadir nyahut seruan"
sultan melaka memberikan renungan
lalu membuka mulut bertanyakan soalan
soalannya penuh dengan puisi dan kiasan
mencari yang tersirat daripada setiap suratan
sultan bertanya
"dari kota melaka ke gunung ledang tinggi"
"setiap bulan pasti engkau pergi mendaki"
"dari pergerakan diri ke niat di dalam hati"
"sudah tentu ada perkara yang engkau cari"
aku menjawab
"dari negara jepun ke eropah perjalanan"
"kononnya untuk meluaskan pandangan"
"tapi di hati hanya diri yang sembunyikan"
"dari nafsu ke nafsu itu langkah dan tujuan"
sultan menjawab
"beta kurang faham dan mengerti"
"mudahkan lah untuk beta fahami"
"sama-sama kita boleh mempelajari"
"selok belok rahsia gerakan si hati"
aku membalas
"dari gerak rukuk lalu sujud ke bumi"
"dari tuhan lalu kepada tuhan dituruti"
"dari ciuman lalu zina pula dijalani"
"dari nafsu lalu kepada nafsu dikuti"
"dari kota melaka ke ledang yang tinggi"
"setiap kali hamba pergi untuk mendaki"
"dari sang puteri lalu kepada sang puteri"
"itulah gerakan jasad ini tafsirnya di hati"
kerna diseru menghadap sultan
diberi dahulu sembah kehormatan
"ampun tuanku, beta hadir nyahut seruan"
sultan melaka memberikan renungan
lalu membuka mulut bertanyakan soalan
soalannya penuh dengan puisi dan kiasan
mencari yang tersirat daripada setiap suratan
sultan bertanya
"dari kota melaka ke gunung ledang tinggi"
"setiap bulan pasti engkau pergi mendaki"
"dari pergerakan diri ke niat di dalam hati"
"sudah tentu ada perkara yang engkau cari"
aku menjawab
"dari negara jepun ke eropah perjalanan"
"kononnya untuk meluaskan pandangan"
"tapi di hati hanya diri yang sembunyikan"
"dari nafsu ke nafsu itu langkah dan tujuan"
sultan menjawab
"beta kurang faham dan mengerti"
"mudahkan lah untuk beta fahami"
"sama-sama kita boleh mempelajari"
"selok belok rahsia gerakan si hati"
aku membalas
"dari gerak rukuk lalu sujud ke bumi"
"dari tuhan lalu kepada tuhan dituruti"
"dari ciuman lalu zina pula dijalani"
"dari nafsu lalu kepada nafsu dikuti"
"dari kota melaka ke ledang yang tinggi"
"setiap kali hamba pergi untuk mendaki"
"dari sang puteri lalu kepada sang puteri"
"itulah gerakan jasad ini tafsirnya di hati"
Monday, January 26, 2015
Puteri Gunung Ledang 5
sang puteri ledang hadirkan diri
dihadirkan dirinya disebalik tirai
yang di lihat itu adalah tirainya
tapi yang hadir itu adalah putrinya
dihadirkan dirinya disebalik tirai
yang di lihat itu adalah tirainya
tapi yang hadir itu adalah putrinya
bagi mereka yang buta
mereka tidak dapat melihat
tapi bagi mereka yang celik pula
penglihatan ini bukanlah berat
mereka tidak dapat melihat
tapi bagi mereka yang celik pula
penglihatan ini bukanlah berat
si buta itu langsung menafikan
"di manakah putri yang kau sebutkan?"
"kalau betul putri wujud, hadirkan!"
"aku hanya beriman pada yang kelihatan!"
"di manakah putri yang kau sebutkan?"
"kalau betul putri wujud, hadirkan!"
"aku hanya beriman pada yang kelihatan!"
ada pula golongan yang keliru
disangka pula tirai adalah putri itu
lalu mereka terus lari ingin berseru
tapi yang mereka cium hanyalah tirai itu
disangka pula tirai adalah putri itu
lalu mereka terus lari ingin berseru
tapi yang mereka cium hanyalah tirai itu
si keliru itu berteriak
"inilah dia sang putri beta"
"sekarang jelas dan nyata"
"marilah kita sembah bersama"
"apa yang zahir pada pandangan mata"
"inilah dia sang putri beta"
"sekarang jelas dan nyata"
"marilah kita sembah bersama"
"apa yang zahir pada pandangan mata"
namun,
sang putri itu zahirnya tersembunyi
dan sang putri itu batinnya kelihatan
bukan hanya sekadar tersembunyi
tapi bukan langsung terus kelihatan
sang putri itu zahirnya tersembunyi
dan sang putri itu batinnya kelihatan
bukan hanya sekadar tersembunyi
tapi bukan langsung terus kelihatan
si celik, si buta dan si keliru
si buta tidak melihat yang ternyata
si keliru tidak melihat yang tersembunyi
si celik melihat yang zahir dan batin
si buta tidak melihat yang ternyata
si keliru tidak melihat yang tersembunyi
si celik melihat yang zahir dan batin
Wednesday, August 21, 2013
Puteri Gunung Ledang 4
aku melangkah ke dewan istana
untuk bertemu pada yang bertahta
disembah hormat sebelum bertanya
"apa hajat putri ledang kepada hamba?"
wahai anak muda
telah sampai sebuah berita
bahwa kau ingin ke singgahsana
tapi apakah persiapan yang dibawa
untuk menjadi bekal menaiki tangga
wahai yang bertahta
telahku siapkan ilmu sebagai senjata
untuk aku menepis musuh yang hina
dan dijadikan ilmu juga sebagai peta
agar aku tidak sesat entah ke mana
wahai anak muda
apakah itu saja kau bawa bersama
untuk perjalanan menuju singgahsana
ada lagi perkara yang tertinggal juga
sedangkan ilmu hanya sebahagian saja
wahai yang bertahta
ilmu itu sangatlah berguna
agar benar palsu dapat dibeza
tapi apa perkara yang aku terlupa
yang harus aku membawa bersama
wahai anak muda
manakah kau boleh ke istana
tanpa penuh cinta di dalam dada
dengannya engkau menaiki tangga
hinggalah tiba engkau di singgahsana
wahai anak muda
jebat dibunuh atas dasar cinta
walaupun dirinya it dicintai juga
dengan cinta kau tahan duri dibunga
sedangkan luka di jari bagaikan tiada
Monday, July 1, 2013
Sang Nila Utama
sang utama buang segala benda
tetapi ribut tak mahu diam juga
dalam keadaan ia berputus asa
akhirnya seorang lelaki bersuara
"wahai yang berketurunan raja"
"bukan di sini tuk menunjuk kuasa"
"apa gunanya mahkota di kepala"
"kerna ribut bukan sepeerti berhala"
setelah dengar apa yang dikata
ke ombak laut dibuang mahkota
tapi keadaan tetap masih sama
ribut dan taufan tak mahu reda
kerna mahkota tanda kuasa raja
kini kelihatan sepeerti orang biasa
dengan penuh kemarahan di dada
pada lelaki tadi sang utama bertanya
"siapakah diri engkau wahai celaka"
"katamu tak menyelamatkan nyawa"
"mahkota sudah pun buang ke sana"
"tapi ribut berhenti kelihatan tiada"
walau lelaki itu orang biasa
tetapi ilmunya penuh di dada
dia menghampiri sang utama
lalu dia balas dengan berkata
"apa guna beralih mahkota di kepala"
"kalau diri masih mahu digelar raja"
"walau timur barat engkau berkuasa"
"tapi langit dan bumi Dia yamg punya"
Tuesday, June 18, 2013
Puteri Gunung Ledang 3
aku melangkah kaki ke dalam taman
ternampak ramai bidadari nan jelitawan
salah seorang memberikan senyuman
tapi aku membalas dengan pertanyaan
wahai gadis jelitawan,
kedatangan saya tanpa berteman
di dalam dada banyak pertanyaan
harap anda dapat huraikan simpulan
tapi siapakah namamu wahai kawan
wahai jejaka nan tampan,
namaku tidak payah diusahakan
takut nanti berlabur pula kecintaan
tapi apakah yang menjadi pertanyaan
agar aku boleh memberikan jawapan?
wahai gadis jelitawan,
takut pada cinta engkau jangan
kerna cinta itu hidupnya tumbuhan
tapi kata-katamu harum kebenaran
takut cinta terjadi senjata panah syaitan
wahai gadis jelitawan,
bolehkah kau tunjukkan aku akan jalan
siapakah Putri Ledang nan jadi sebutan
darinya aku datang dengan jemputan
katanya untuk menerima pembelajaran
wahai jejaka nan tampan,
adakah engkau berketurunan sultan
atau datang dari kalangan bangsawan
hingga tiada lagi terbinanya sempadan
antara engkau dengan Putri jujungan
wahai jejaka nan tampan,
walaupun kau datang atas jemputan
tapi tetap ada pantang dan larangan
dengan itu mahukah engkau teruskan
perjalanan yang bukan sembarangan?
Thursday, June 13, 2013
Puteri Gunung Ledang 2
ke gunung Ledang aku menuju
di kaki gunung aku menunggu
katanya aku ini adalah tetamu
tapi tiada siapa yang aku ketemu
melainkan seorang nenek tua berlalu
adakah ini putri yang di kisah dahulu
kepada diriku nenek tua ini menuju
"apakah hajatmu wahai anak cucu?"
aku terdiam dan terkaku
untuk jawab aku tak mampu
suaranya itu sangatlah syahdu
bagaikan terbunyi seruling pilu
kemudian dia menarik tanganku
katanya ingin membawaku ke pintu
sambil berjalan nenek tua berlagu
tak aku sangka dia bersuara merdu
apabila kami tiba di muka pintu
nenek tua berubah menjadi sifu
ingin berkata tapi lidah membisu
lalu dia membisik ke telingaku
"ada ramai bidadari jelita di situ"
"tapi jangan kau mudah tertipu"
"atas kehendak babi hawa nafsu"
"hingga niat asal sudah tak mahu"
kemudian dia hilang menjadi debu
terbang ia tinggi ke langit yang biru
hingga kita bertemu di lain waktu
terima kasih atas pesanan mu
Subscribe to:
Posts (Atom)